Monday, January 30, 2012

Budaya Saling Sandera

Jumat lalu ribuan warga Jakarta dan Bekasi serta warga Bandung yang mencari makan di Jakarta merasakan bagaimana rasanya berjam-jam terjebak kemacetan di jalan tol. Ribuan sumpah serapah dan keluhan dilontarkan melalui tweeter, facebook dan status BB mereka.

Kemacetan terjadi karena ribuan buruh dikawasan industri Jababeka dan Cikarang, memblok jalan tol, berdemo menolak putusan pengadilan yang memenangkan APINDO terkait upah minimum regional.

Buruh ingin upah regional tetap seperti putusan kepala daerah ditingkat Rp. 1.4 - 1.8 juta/bulan. Sementara Asosiasi Pengusaha menganggap upah itu terlalu tinggi dan mengurangi daya saing mereka terhadap serbuan produk-produk China yg lebih murah

Yang kemudian terjadi adalah saling sandera. Buruh mogok kerja dan melakukan sweeping atas rekan-rekannya yg masih bekerja. Pengusaha tetap hanya mau membayar dengan upah minimum sebelumnya....dan deadlock pun terjadi.

Masyarakat umum dirugikan, negara dirugikan, buruh maupun pengusaha juga dirugikan...semua rugi !

Masih hangat juga dalam ingatan keinginan pemerintah untuk membatasi subsidi BBM, mewajibkan mobil pribadi (baca masyarakat mampu) untuk membeli BBM non subsidi dan mengurangi beban subsidi BBM di APBN sehingga keuangan negara bisa leluasa investasi di pendidikan, kesehatan ataupun infrastruktur

Kebijakan baru dalam tahap kajian, masih mencari opsi-opsi yang cocok, ancaman-ancaman sudah dilontarkan baik oleh kalangan politisi, pengusaha angkutan umum maupun masyarakat pengguna

Politisi menakut-nakuti terjadinya revolusi sosial karena kekisruhan penerapan pembatasan BBM

Pengusaha angkutan mengancam menaikkan tarif angkutan. Bahkan PT Kereta Api Indonesia yang notabene BUMN mengerahkan ribuan karyawannya utk demo agar tetap bisa memakai BBM subsidi dalam operasionalnya

Masyarakat mengancam melakukan tindakan anarkis apabila SPBU tidak mampu menyediakan pertamax sesuai kebutuhan

Macam-macamlah semua ancamannya sehingga pemerintah tersandera, maju mundur dan tidak berani mengambil kebijakan yang sebenarnya baik untuk perekonomian

Belum habis kebijakan BBM subsidi, sekarang pengusaha sektor keramik, kaca dan lainnya mulai pasang kuda-kuda menanggapi rencana kenaikan harga listrik. Mereka mengancam untuk mengimpor saja dari Cina kalo listrik naik..

Listrik merupakan biaya produksi yang dominan buat mereka, kalo naik menjadi tidak kompetitif, lebih murah impor langsung dari Cina. Ujung-ujungnya bisa terjadi PHK besar-besaran di sektor industri ini

Padahal selama ini PLN menjual listrik dibawah harga produksinya, negara memberi subsidi ke pelanggan rumah tangga maupun industri, sampai kapan akan berlangsung dan PLN bisa untung ?

Budaya sandera-menyandera ini sudah makin akut dlm kehidupan bernegara kita. Sampai kapan akan berlangsung ? Kapan kita bisa memanfaatkan status 'investment grade' untuk mendongkrak laju perekonomian kita ?

Saatnya bersatu, saling memahami kepentingan masing-masing dan selalu meletakan kepentingan umum diatas kepentingan individu kita.

Indonesia bangsa yang besar, saya yakin pasti BISA ! Yes We Can !!



Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

Thursday, January 12, 2012

Businessman of The Year 2011

Baru-baru ini Forbes Indonesia edisi January 2012 menobatkan Haryanto Adikoesoemo sebagai Businessman of The Year 2011.

CEO dan Owner AKR Group ini mengalahkan puluhan CEO lainnya karena dinilai sukses melakukan transformasi bisnis AKR Group selama lima tahun terakhir

Setelah menjual PT Sorini Agro Asia, produsen sorbitor nomor 2 terbesar didunia, ke Cargill. AKR fokus menjadi perusahaan logistik dan distribusi terdepan di Indonesia.

Ditunjang penguasaannya atas lokasi-lokasi disetiap pelabuhan strategis di Indonesia, AKR memiliki keuntungan kompetitif yang sulit disaingi perusahaan lain.

Sukses dengan distribusi bahan-bahan kimia dan BBM industri, AKR kini juga masuk ke sektor energi dengan membeli lima lahan tambang batubara di Kalimantan Tengah.

Hasil batubara ini akan diintegrasikan dengan pelabuhan-pelabuhan AKR yang ada di Cina.

Kinerja keuangan AKR selama lima tahun terakhir sangatlah mengesankan. Rata-rata penjualan tumbuh 34% dan menembus diatas Rp. 16 triliun di tahun 2011.

Sementara laba operasi juga tumbuh rata-rata 19% dan mencapai laba bersih Rp. 456 miliar

Yang lebih mencengangkan adalah kinerja sahamnya. Dalam lima tahun terakhir harga saham AKR melonjak sebesar 678%, bandingkan dengan IHSG yang naik 'cuman' 137%...

Saya sangat beruntung bisa mengenal Pak Har, begitu beliau biasa disapa, secara dekat dan banyak belajar dari beliau sepanjang tahun 2004 sampai 2009

Sebagai seorang Mentor beliau banyak mengajarkan pada saya filosofi bisnis yang paling mendasar.

Disiplin, jujur, keberanian mengambil resiko, teliti terhadap angka-angka, piawai melihat peluang dan merealisasikannya menjadi sebuah model bisnis yang sukses

Satu hal yang juga saya kagumi dari beliau adalah rendah hati dan setia kawan.

Walaupun CEO dan Owner dari sebuah group korporasi besar yang masuk top 30 di Indonesia beliau tidak segan berbincang akrab dengan setiap karyawannya, diskusi dengan serius topik-topik keseharian dan tidak melulu bisnis.

Selamat Pak Har atas penobatan sebagai Businessman of The Year 2011.

Semoga Bapak dan AKR Group selalu diberkati, makin sukses dan membawa banyak nilai tambah buat masyarakat Indonesia

4 Tips Sukses dari 4 Milyarder Sukses

Menarik sekali membaca artikel di Detik pagi ini. Empat tips sukses dari empat milyarder yang tidak lulus sekolah. Mau tahu apa tips-tips mereka, berikut kutipan singkatnya.....

1. Sean Parker,  Salah satu pendiri Facebook dengan kekayaan US$ 2,1 miliar dan baru berumur 32-an.

Lewatkan kuliah, Google pendidikan Anda!

"Ketika alat ilmu dan pengetahuan yang luar biasa tersedia di seluruh dunia, pendidikan formal menjadi kurang penting. Kita harus berharap terus melihat kehadiran wirausaha baru yang mendapatkan sebagian besar pengetahuannya melalui eksplorasi sendiri."

2. Dustin Moskovitz, Salah satu pendiri Facebook dengan kekayaan US$ 3,5 miliar. Pria kelahiran 22 Mei 1984 itu ini memberi nasehat sbb :

Anda selalu bisa kembali

Andaikan Facebook gagal saat itu dan ia telah meninggalkan kuliah, "Saya dapat kembali ke Harvard kapanpun. Teman-teman saya mungkin tidak disana lagi. Saya mungkin harus memulai lagi masalah sosoal. Itu adalah sebuah risiko. Tapi ini adalah sebuah risiko yang cukup kecil dibandingkan kesempatan besar yang ada pada saat itu,".

3. Phil Ruffin, Pemilik Treasure Island Casino dengan kekayaan US$ 2,4 miliar. Pria tak lulus kuliah ini sukses mengembangkan bisnis hotel dan kasinonya sehingga masuk dalam jajaran orang terkaya di dunia.

Jadilah Nomor 1

"Nasihat yang akan saya berikan kepada orang muda? Berhenti dari pekerjaan Anda. Jangan bekerja untuk siapapun. Anda tidak dapat benar-benar mendapatkan uang dari bekerja pada orang lain," ujarnya.

4. John Paul DeJoria, Pemilik Paul Michell Systems, Patron Tequila dengan kekayaan US$ 4 miliar. Ia pernah menjalani hidup dengan menjual sampo dari pintu ke pintu sebelum meraup kekayaan dengan Paul Mitchell.

Pria kelahiran 13 April 1944 itu merupakan anak seorang imigran Italia dan Yunani. Setelah orang tuanya bercerai, ia mulai menjual kartu natal dan koran dengan berkeliling untuk menghidupi keluarganya. Ia meraup sukses setelah mendirikan John Paul Mitchell System dengan Paul Mitchell pada tahun 1980.

Tebal Muka!

"Saya mempelajari penjualan dan pemasaran dari mengetuk ratusan pintu tiap hari. Anda secara cepat menemukan Anda akan mendapatkan 99 bantingan pintu di muka Anda hingga bisa meraup penjualan," ujarnya.

Nah bagaimana dengan Anda ? Tips mana yang akan anda jalankan dan tekuni ? Semoga tip-tip ini bisa mengantarkan Anda menyamai sukses mereka....