Friday, December 30, 2011
The Power of Syukur...
...bersyukurlah, niscaya Aku tambah nikmatmu, dan barangsiapa yang mengingkari, sesungguhnya adzabKu sangatlah pedih...
Firman Allah diatas mengingatkan kita betapa pentingnya bersyukur, tidak hanya nikmat kita akan ditambah karenanya, tapi juga ada ancaman untuk orang-orang yang melupakan bersyukur
Bersyukur dimulai dari dua kata yang sangat sederhana ' Terima Kasih' yang kita ucapkan dengan sepenuh hati dan tulus pada semua pihak yang telah berjasa dalam kehidupan kita
Semakin sering kita mengucap trimakasih, semakin kuat kita merasakan nikmatnya dan akan semakin besar cinta yang kita berikan
Ada tiga cara untuk menggunakan kekuatan rasa syukur dalam hidup kita dan masing-masing menambah kekuatan cinta :
1. Bersyukur atas segala nikmat yang telah kita terima dalam hidup (masa lalu)
2. Bersyukur atas segala nikmat yang sedang kita terima (masa sekarang)
3. Bersyukur atas segala yang kita inginkan dalam hidup seakan-akan kita telah menerimanya (masa depan)
Saking pentingnya rasa syukur dalam hidup, seorang filsuf pernah mengatakan :
' Jika satu-satunya doa yang pernah kita ucapkan selama hidup adalah Terimakasih, itu sudah cukup '
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
Thursday, December 29, 2011
Brasil : Kekuatan Ekonomi Dunia Nomor Enam
Dalam dunia sepakbola, semua orang tahu Brasil adalah penguasa dunia, pemenang piala dunia terbanyak dan satu-satunya tim Amerika Selatan yang bisa menjadi juara piala dunia di benua Eropa. Kali ini Brasil unjuk gigi sebagai kekuatan ekonomi yang patut diperhitungkan dan menggeser Inggris.
Dengan masuknya Brasil, maka kekuatan ekonomi dunia menjadi lebih berimbang. Dari enam negara dengan perekonomian terbesar dunia, merata mewakili masing-masing benua. Dua dari benua Amerika (US dan Brasil), dua dari benua Asia (China dan Jepang), serta dua dari Eropa (German dan Perancis).
Namun dengan masih berlangsungnya krisis ekonomi di benua Eropa, diprediksikan besaran perekonomian Perancis dan German akan seger tersalip oleh India dan Rusia. Keseimbangan global terus bergerak. Era baru telah dimulai...
Bagaimana dengan Indonesia ?
Sejatinya struktur perekonomian Brasil mirip dengan Indonesia. Ditunjang oleh jumlah penduduk yang banyak, diatas 200 juta, membuat konsumsi domestik dominan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi.
Kedua negara juga memiliki persamaan akan beragamnya sumberdaya alam seperti; minyak, mineral, batubara, hasil hutan, perkebunan serta pertanian. Namun Brasil sudah berhasil mengelola lebih baik dengan tenaga kerja yang lebih terampil dan penguasaan teknologi yang lebih maju serta infrastruktur yang sangat memadai
Saya yakin, Indonesia mampu segera tumbuh mengejar semua ketertinggalan itu. Apalagi pada akhir tahun 2011 ini peringkat Indonesia sudah naik menjadi Investment Grade sehingga diharapkan modal asing akan segera mengalir ke sektor riil.
Hal yang sangat mendesak untuk dibenahi dari perekonomian Indonesia adalah perbaikan infrastruktur. Pelabuhan, jalan tol, ketersediaan listrik dan bandara yang belum memadai menyebabkan biaya logistik sangat mahal, dua sampai tiga kali lipat dari Malaysia dan Singapore...
Hal kedua adalah adanya peraturan dan kepastian hukum. Dengan berlakunya otonomi daerah banyak keluhan tentang betapa sulitnya mengurus perijinan usaha di daerah.
Pemda berlomba-lomba mengeluarkan Perda yang tidak pro investasi, aturan semata-mata untuk menambah kas daerah tapi melupakan daya saing ekonomi sehingga minim kegiatan investasi di daerah
Hal lain yang juga penting adalah ketersediaan tenaga kerja terampil dengan biaya yang kompetitif. Tidak harus murah, tapi kompetitif sesuai dengan tingkat produktifitas yang dihasilkan.
Untuk mendorong gerak perekonomian, perbankan juga harus 'dipaksa' untuk menurunkan tingkat suku bunga pinjaman.
Sudah bukan rahasia lagi bahwa suku bunga pinjaman perbankan di Indonesia adalah yang tertinggi di kawasan regional, atau bahkan dunia. Ini refleksi tidak efisiennya operasi perbankan kita.
Suku bunga yang rendah akan menggerakan sektor riil dengan lebih cepat, juga UKM akan bisa berlari lebih kencang lagi...
Yang terakhir namun sangat penting yaitu pemerintahan yang bersih. Kurangi suap, korupsi maupun pungli di semua lini usaha. Juga di korupsi yang terjadi di DPR dan aparat penegak hukum. Sudah saatnya bangsa ini dikelola dengan lebih bermartabat.
Saya yakin kalau semua ini dibenahi satu-persatu, dalam lima atau sepuluh tahun kedepan, perekonomian Indonesia juga akan masuk sepuluh besar dunia. Dan pendapatan perkapita rakyatnya saat itu bisa diatas US $ 25,000 / tahun.
Ayo ! Kita pasti bisa...!!
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
Nicolas Berggruen - Homeless Billionaire
Tentu terdengar aneh apabila ada seseorang dengan kekayaan mencapai triliunan rupiah namun tidak memiliki rumah. Hidup nya selalu berpindah-pindah dari satu hotel ke hotel lain atau dalam pesawat jet pribadi yang menerbangkannya dari satu negara ke negara lain tempat dia berinvestasi.
Walau aneh, tapi itu nyata ! dialah Nicolas Berggruen, miliarder yang memiliki kekayaan mencapai US $ 3,2 miliar atau setara dengan Rp. 28.8 triliuan pada kurs Rp. 9,000 per USD dan tercantum nomor 540 miliarder terkaya dunia versi majalah Forbes tahun 2011.
Pada usia 46, atau empat tahun lalu, dia menjual semua rumah, apartemen, mansion, condo mewah dan mobilnya. Juga mendonasikan semua koleksi barang antiknya ke sebuah museum di Berlin.
Nicolas Berggruen memperoleh hampir semua kekayaannya dari jual beli perusahaan.
Perusahaan sakit, collapse, butuh modal atau salah urus dibeli untuk kemudian direstorasi, diperbaiki manajemennya, disuntik modal baru dan setelah sehat plus menguntungkan dijual kembali, baik melalui private atau go public.
Namun setelah menjadi miliarder ia mulai bosan, dan strategi investasinyapun diubah. Dari jual beli perusahaan for profit, menjadi investasi di sektor-sektor industri yang memberi nilai tambah pada perbaikan standar hidup manusia, seperti; pembangkit listrik tenaga air, perumahan untuk warga miskin dan lainnya.
Anda tentu bertanya kalau tidak memiliki rumah lantas bagaimana anak istri nya tinggal ? ternyata Berggruen memilih single alias tidak menikah sampai saat ini di usia nya yang mencapai 50 tahun.
Berggruen juga mengikuti jejak Warren Buffet dengan mendonasikan 50% kekayaannya untuk kegiatan amal bagi peningkatan kualitas hidup umat manusia. Dia merasa bahagia hidup tidak terikat pada rumah dan kepemilikian atas aset dan hartanya.
"Money and things aren't important. Whatever I own is temporary, since we're only here for a short period of time. It's what we do and produce, it's our actions, that will last forever. That's real value." Begitu filosofi hidupnya.
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!