Showing posts with label family. Show all posts
Showing posts with label family. Show all posts

Tuesday, January 10, 2012

Nyuapin Anak Can be Fun

Bagi sebagian laki-laki Indonesia, menyuapi anak mungkin merupakan aktifitas yang agak memalukan. Apalagi buat laki-laki yang terlahir dari keluarga Ayah yang dominan. Itu pekerjaan Ibu-Ibu atau bahkan sekarang sudah didelegasikan ke pengasuh atau prt dirumah.

Dulu, sepuluhan tahun lalu, saya juga merasakan hal itu, terutama pada tahun 1999 disaat getol-getolnya bekerja di perusahaan minyak asing. Sementara istri saya melanjutkan studi ke Inggris, saya di Jakarta bersama anak pertama saya yang belum genap dua tahun.

Walaupun hidup bersama kakek dan neneknya, sering diakhir minggu ataupun dimalam hari saya ketiban jadwal nyuapin anak. Aktifitas itu rasanya benar-benar menyebalkan, mengusik ego kelelakian saya...

Begitu juga awal tahun 2004 saat kami sekeluarga di Australia, kedua anak saya masih kecil-kecil, 5 tahun dan 3 tahun, aktifitas ini kembali saya jalani dipagi hari atau sepulang kerja, bergantian dengan istri kami jaga anak dirumah, nyuapin dan bermain...sangat melelahkan tentunya

Minggu lalu saya kembali merasakan pengalaman yang sama. Saat istri sibuk mengerjakan tugas sekolahnya, saya mengajak anak kedua saya 10 tahun dan yang ketiga 5 tahun ke mall di seputaran Bintaro.

Ketika jam makan tiba kita ke resto yang ada tempat bermainnya. Anak ketiga saya langsung saja tancap gas main tanpa peduli makanan yang sudah dipesannya. Ujung-ujungnya sayapun harus menyuapi sambil mengawasi anak bermain.

Entah kenapa aktifitas nyuapin kali ini terasa lain. Tidak ada lagi ego lelaki yang terusik, rileks saja dan saya sangat menikmati sambil melihat anak-anak bermain. Walaupun saya mesti ngejar-ngejar anak untuk disuapin bersama dengan pengasuh-pengasuh yang anak-anaknya juga sedang bermain disitu.

Ternyata aktifitas sederhana seperti ini bisa membuat kita rileks, ada kepuasan batin mengalahkan ego lelaki dan tentunya makin mendekatkan kita dengan anak-anak yang mungkin saja jarang kita temui karena waktu bekerja yang begitu padat, belum lagi jalanan yang macet makin memperlama kita berjumpa dengan anak-anak dirumah.

Bagaimana dengan Anda ? silahkan dicoba........
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

Thursday, July 30, 2009

Menumbuhkan Budaya Menulis...


Banyak orang berpendapat membaca adalah kunci membuka jendela dunia. Semua pengetahuan masa lampau, kebudayaan, teknologi dan sejarah bisa kita pelajari melalui membaca. Apalagi jaman internet seperti sekarang, hampir semua yang ingin kita ketahui telah tersedia dengan lengkap di dunia maya. Tinggal kita tanyakan saja ke mbah Google atau tante Wiki.

Namun membaca juga merupakan aktivitas satu arah. Kita hanya menjadi konsumen dari tulisan dan pemikiran orang lain, yang pasti sangat dipengaruhi karakter dan latar belakang kehidupan dan budaya penulis. Untuk itulah kita juga harus mulai menumbuhkan budaya menulis, mengungkapkan pikiran dan opini kita kepada khalayak ramai…apapun itu walau hanya ide kecil yang remeh temeh akan memicu dan meningkatkan kemampuan menulis kita…tersedianya fasilitas blog, facebook dan lainnya semkain memudahkan bagi kita untuk mengasah kemampuan menulis.

Konon setiap orang yang pandai menulis, dia pastilah seorang pembaca yang baik juga. Sementara seorang pembaca yang baik belum tentu punya kemampuan menulis…

Saya mencoba menumbuhkan budaya menulis ini pada anak saya, Iqbal Hakim, yang saat ini sudah kelas 5 SD. Hobi membacanya sudah tumbuh sejak kecil, apa saja dibacanya. Dari buku buku bacaan anak anak, majalah otomotif, trubus, majalah politik sampai majalah dan buku buku bisnis….


Dua minggu lalu Iqbal saya belikan laptop sebagai hadiah keberanian untuk disunat. Dengan laptop dan koneksi internet non stop hobi membacanya jadi makin menjadi jadi, setiap hari selalu manteng di depan laptopnya dan browsing ke Wikia atau Google mencari informasi seputar game game terbaru yang sedang dia mainkan.

Saya juga memberinya kewajiban menulis, apa saja boleh di tulis diblognya. Cerita keseharian yang dia alami atau ulasan game game yang biasa dimainkan. Seminggu harus ada minimal dua tulisan di blog kalau tidak maka tidak bisa main game online minggu berikutnya….ternyata jurus ini ampuh juga, Iqbal jadi rajin update blog nya seminggu minimal dua artikel…dan yang di tulis masih seputar game game nya…

Bagaimana dengan anak anda ? apa juga hobi menulis ….?

Thursday, April 02, 2009

Dream Big !


Beberapa minggu ini anak sulung saya, Iqbal Hakim ( 10 tahun ), membongkar bongkar koleksi majalah Trubus di rumah. Dari edisi kuno tahun 2005 an sampai edisi terbaru Maret 2009. Hampir semua peluang usaha dia baca !

Nah dua hari lalu mama nya bercerita kalo Iqbal sudah mempresentasikan sebuah proposal bisnis. Memang belum secara tertulis, tapi sambil bercerita dia bawa kalkulator dan mulai dengan hitungan hitungannya…...pantesan saja beberapa hari terakhir setiap saya pulang dia selalu pegang kalkulator kemana mana. Bahkan dikamar mandi pun selalu dia bawa beserta majalah Trubus nya.

Rupanya dia sangat tertarik dengan artikel peluang usaha sapi perah organic yang dilakukan di Jerman. Langsung saja dia tarik beberapa asumsi yang ada dan dihitung dengan business plan dia.

Dia menghitung kalo sebuah sapi perah akan menghasilkan 30 liter susu/hari. Dengan asumsi harga susu Rp. 3,500 per liter maka dari satu sapi akan menghasilkan Rp. 105,000/hari.

Kemudian dia ber asumsi kalo kita punya 1,000 sapi perah, maka tiap hari akan menghasilkan Rp. 105,000,000 / hari. Sebuah angka yang cukup besar untuk pendapatan harian. Artinya kalo setahun bisa produksi 360 hari kerja, maka omset susu sapi kita menjadi Rp. 37.8 Miliar…lumayan untuk sebuah UKM nantinya.....

Yang membuat saya takjub dan heran dengan ide liarnya. Tiba tiba dia menghitung dengan besaran yang sangat fantastic..! Bagaimana kalau kita memelihara 90,000 ekor sapi. Kira kira berapa penghasilan kita ? dia ambil calculator nya dan mulai menghitung....ternyata kalkulatornya error ! he.he.he

Saya ambil kalkulator milik saya dan saya hitungkan. Iqbal mulai menghitung angka nol nya dan keluar angka Rp. 3.4 triliun...he.he.he ini sih sudah level konglomerasi menengah Indonesia...!

Ketika saya tanya, dengan 90,000 ekor sapi bagaimana cara memerahnya ? dengan enteng dia jawab..pake mesin perah..semua sapi tersalur dengan mesin perah ke selang menuju penampungan ! dia ambil majalah Trubus nya dan perlihatkan gambar sapi sapi di kandang dengan selang perah nya. Ini di Jerman juga bisa...kenapa kita nggak bisa !

Ternyata dream anak saya di usia 10 tahun sudah melebihi dream Bapaknya !

Semoga semua cita cita mu tercapai nak ! Tidak ada yang tidak mungkin kalo kita mengusahakannya !

Monday, September 01, 2008

Marhaban Ya Ramadhan


Semua berlalu begitu cepatnya ! Tidak terasa sudah sebelas bulan kembali terlewatkan dan Ramadhan yang mulia itupun datang kembali. Bagi saya pribadi, Ramadhan ini merupakan Ramadhan yang ke 36 sepanjang perjalanan hidup saya.

Masih ingat betul di memori saya, ketika Ramadhan tiba desa kami tiba tiba menjadi kawasan industri yang sangat sibuk. Maklum 80% penduduk kampung kami adalah pengrajin garmen...jadi momentum Ramadhan adalah waktu yang ditunggu tunggu karena rame order..

Saya sendiri sering menjadi buruh pasang kancing, atau sekedar ikutan melipat daster batik buatan Ibu untuk segera di plastik dan di bawa pedagang yang ke pasar klewer di solo, tanah abang ataupun pasar cipulir....

Disiang hari kalo panas menyengat, kami biasa menghabiskan waktu setengah harian di sungai, berendam sambil mengurangi tekanan haus dan lapar. Kalau kok kadang kadang terteguk air sungai secara ’tidak sengaja’ kamipun mengucap Alhamdulillah..namanya juga anak anak...

Kami bisa bermain dikali seharian...sore dan malamnya bekerja..Apalagi karena saya sekolah dasar di Madrasah, setiap Ramadhan selalu libur sebulan penuh....

Beda sekali dengan anak sulung saya yang sudah belajar puasa sejak tiga tahun lalu, sejak kelas 2 SD. Tidak ada main di sungai, apalagi ikutan bantu orang tua bekerja.....untuk melupakan haus dan lapar anak saya main PS dan kalo siang sangat menyengat harus berendam di bathub...he..he..he

Yang juga sangat menarik akhir akhir ini setiap Ramadhan tiba, HP saya selalu kebanjiran SMS. Entah sejak kapan anjuran bermaaf maafan menjelang Ramadhan cukup dilakukan melalui SMS....kalo sudah kirim SMS, harapan kita semua dosa ke saudara, temen atau mitra kerja terhapus..dan kita memasuki ramadhan dengan hati bersih...

Saking kreatifnya ...banyak cara bermaafan melalui sms, dari yang straight forward, pake pantun dan bahasa bahasa puitis maupun dengan gaya bahasa yang lucu lucu........

Berikut beberapa contoh gaya bermaafan menjelang Ramadhan melalui sms ........

Jika semua HARTA adalah racun maka ZAKAT lah penawarnya, Jika seluruh UMUR adalah DOSA maka TAKWA dan TOBAT lah OBAT nya. Jika seluruh BULAN adalah NODA maka RAMADHAN adalah PEMUTIH nya. Marhaban ya Ramadhan. Mohon maaf lahir dan batin atas segala khilaf. Semoga Allah menerima amal ibadah kita. Amin

Atau gaya puisi seperti ini .......

Tidaklah dikatakan laut bila tidak bergelombang, tidaklah dikatakan hidup bila tak punya khilaf dalam bertutur kata. Permintaan maaf kami sampaikan karena lisan yang tak terjaga, janji yang terabaikan, hati yang berprasangka dan sikap yang pernah menyakitkan. Mohon maaf lahir dan batin. Selamat menunaikan ibadah puasa....

Gaya boso jowo model begini juga menarik....

Mbok Paijem nggelar kloso, dodol kupat ngisore gapuro. Inggih meniko nyambut wulon poso. Menawi lepat kulo nyuwun ngapuro...

Yang ini model lucu lucuan..........

Marhaban Ya Ramadhan. Semoga Ramadhan tahun ini menjadikan BBM (Bulan Barokah dan Maghfiroh), kita ber PREMIUM (Prei Makan dan Minum), SOLAR (Sholat yang Rajin), MINYAK TANAH (Meningkatkan Iman Yang Banyak, Tahan Nafsu Amarah), PERTAMAX (Perangi Tabiat Maxiat) dan BENSIN (Bebaskan Sifat Iri Dengki). Mohon maaf atas segala kesalahan.

Semoga semua permohonan maaf itu, dengan gaya apapun, dengan bahasa apapun adalah sebuah ungkapan yang tulus dari seorang hamba Allah ke saudaranya yang lain. Insya Allah semua bermakna dan makin menambah ke khusyukan kita menjalani ibadah puasa...!

Marhaban ya Ramadhan........!

Monday, June 23, 2008

Kung Fu Panda


Jika keluarga Anda suka menonton film di bioskop, bawalah anak istri anda sekarang untuk nonton film Kung Fu Panda. Saya membawa keluarga kami nonton bersama dua minggu lalu di Pondok Indah Mall.

Kung Fu Panda adalah film cartoon animasi yang dikemas sangat apik oleh Dreamworks Animation dan dibintangi nama nama besar seperti ; Dustin Hoffman, Jack Black, Angelina Jolie, Jacky Chan dan Lucy Liu.

Film ini bercerita tentang ‘seorang’ panda gemuk bernama Po yang sangat terobsesi oleh kungfu dan bermimpi menjadi Pendekar Naga. Padahal ayahnya hanyalah seorang penjual bakmi biasa dan sudah turun temurun berdangan mie dengan resep rahasia turunan.

Cita cita ayahnya pun tidak pernah muluk muluk. Hanya minta Po meneruskan usaha warisan keluarga karena dalam darahnya mengalir kuah kaldu. Ayahnya setiap hari terus menerus menanamkan bahwa bedagang mie adalah panggilan jiwa keluarga.

Namun Po dengan segala tekadnya pergi ke puncak gunung tempat pemilihan Pendekar Naga dilaksanakan. Dengan badan yang sangat gemuk Po susah payah naik tangga demi tangga dan meninggalkan gerobak mienya. Po sampai di arena sesaat setelah pintu gerbang perguruan ditutup.

Dengan segala upaya Po mencoba masuk dan hanya berhasil setelah naik kembang api, jatuh persis didepan Mahaguru, Kura Kura bijak nan sakti, saat menunjuk Pendekar Naga terpilih. Po pun terpilih jadi Pendekar Naga dan selanjutnya adalah sejarah bagi Po.

Menyaksikan film ini, setidaknya ada tiga hal yang merupakan filosofi mendalam untuk mencapai kesuksesan.

Tidak Ada Kebetulan
Begitu selalu dikemukakan Sang Kura Kura untuk menjustifikasi pilihannya pada Po. Padahal Po tidak pernah berlatih kungfu diperguruan. Sementara kelima jagoan murid Master Shifu merasa lebih berhak.

Pelajaran yang bisa kita tarik adalah bahwa Po selalu terobsesi menjadi Pendekar Naga, bahkan selalu terbawa mimpi, dikamarnyapun penuh dengan simbol simbol Pendekar Naga.

Effort dan action sekecil apapun merupakan tumpukan bata yang akan memuluskan jalan sukses Po. LOA Po bekerja dengan sempurna !

Pantang Menyerah
Po bersusah payah menaiki puncak perguruan, tangga demi tangga dengan penuh semangat. Po melepaskan semua bebannya, gerobak mie, yang tidak menunjang cita citanya menjadi Pendekar Naga. Po berlatih keras setelahnya untuk membuktikan bahwa cibiran lima murid Master Shifu salah. Resiko benjol benjol kena gebuk sana sini dijalaninya.

Bahkan setelah termotivasi oleh makanan yang di tawarkan Master Shifu, berlatih dengan sangat keras dan enjoy...

Tidak Ada Resep
Gulungan jurus sakti Pendekar Naga yang mampu mengubah pewarisnya menjadi pendekar sakti mandraguna ternyata hanyalah gulungan kertas kosong yang memantulkan wajah orang yang melihatnya. Po dan Master Shifu bingung kenapa tidak ada jurus jurus sakti didalamnya.

Dalam frustasinya Po pulang ke rumah menemui ayahnya. Seperti biasa ayahnya membujuk Po untuk meneruskan berjualan mie. Saat itu ayahnya menuturkan bahwa resep rahasia turunan untuk membuat mie yang lezat adalah tidak ada resep.

Aha ! Po pun menemukan hal yang sama dan sebangun dengan kosongnya gulungan naskah ilmu Pendekar Naga. Kosong ! tidak ada jurus khusus. Resep utama sukses sudah ada pada diri kita sendiri. Rasa percaya diri kalau kita pasti sukses ! kesulitan apapun yang menghadang pasti bisa dipecahkan kalau kita punya rasa percaya diri bahwa kita pasti sukses.

Selamat menikmati film nya. Semoga kita bisa mendalami filosofi nya dan mempertebal rasa percaya diri kita untuk sukses !

Saturday, June 07, 2008

Waspada Demam Berdarah

Minggu ini merupakan minggu ujian dan cobaan bagi keluarga kami. Sabtu, 31 Mei lalu sepulang dari Lampung saya mendapati kedua anak kami, Iqbal dan Hafiz, tergolek lemah ditempat tidur dengan suhu tubuh mencapai 39 derajat.

Kamipun segera membawanya ke klinik terdekat untuk periksa darah. Diagnosa sementara ada kemungkinan campak, typus atau demam berdarah. Trombosit kedua anak kami masih tinggi diatas 250. Jauh diatas ambang batas vonis demam berdarah pada level trombosit 150.

Dokter hanya memberinya obat penurun panas, antibiotik dan vitamin sambil berpesan test darah lagi tiga hari kemudian.

Sesuai pesan dokter, Selasa 3 Juni kamipun test darah lagi. Ternyata trombosit kedua anak kami sudah drop mendekati angka minimum 150. Mau gak mau harus dirawat di rumah sakit untuk menghindari kondisi tubuh memburuk.

Dirumah sakit pun kondisi trombosit terus menurun, bahkan mencapai 100. Kata dokter tanda tanda demam berdarah memang seperti itu, jadi tidak usah dikhawatirkan asal di monitor setiap hari. Siklus demam dan penurunan trombosit biasanya terjadi dalam 5 - 7 hari sejak demam hari pertama. Itu siklus normal bagi penderita demam berdarah.

Seperti biasa, setiap ada anggota keluarga sakit. Banyak saudara, teman dan rekan kerja yang menyarankan bermacam macam alternatif tindakan untuk menyembuhkan demam berdarah. Dari mulai minum jus jambu merah, jus kurma, minum air kelapa, jus meniran dan minum minuman ber elektrolit banyak banyak.

Sayapun meyakininya semua tindakan diatas membantu proses penyembuhan. Namun problem utama bagi orang tua bukanlah mencari semua formula diatas, tapi bagaimana membujuk anak agar mau melakukan semua yang dianjurkan diatas.

Kebetulan kedua anak kami merupakan 'typical lawyer', semua saran tindakan diatas mesti diajak berdebat dan puluhan argumen dulu untuk dilaksanakan. Bila tidak meyakinkan ujung ujungnya ya gak mau minum..he..he. Seberapapun bergunanya itu, ternyata ilmu membujuk dan meyakinkan anak lebih penting dan berguna dalam menghadapi situasi seperti ini.

Alhamdulillah, hari ini kedua anak kami sudah menunjukan tanda tanda perbaikan yang signifikan. Trend trombosit sudah mulai naik dan infus sudah bisa dilepas. Dokter mengijinkan untuk pulang hari ini dan meneruskan masa recover dirumah.

Rekan rekan, sesuai anjuran dokter dan selalu juga diiklankan secara gencar oleh pemerintah. Kita harus menjaga lingkungan kita agar tidak menjadi sarang nyamuk Aedes Aegipty, karena nyamuk ini berasarang di sekitar kita, di tempat tempat air bersih tergenang, dibalik almari baju kita dan berkeliaran antara jam 09.00 - 11.00 dan 16.00 - 17.00.

Untuk menjaga diri kita, anak anak kita dan tetangga sekitar rumah kita dari penyakit demam berdarah, mari kita lakukan 3M :

Menguras bak mandi, kolam, akuarium dan tempat penyimpanan air lainnya

Menutup tempat tempat penampungan air

Mengubur sampah sampah yang bisa menjadi tempat penampungan air

Saya tambahkan 1M lagi yaitu melakukan penyemprotan secara berkala dilingkungan kita.

Semoga semua keluarga kita terhindar dari penyakit demam berdarah

Thursday, May 15, 2008

Filosofi Naruto


Bagi Anda yang memiliki anak usia SD dan SMP, mungkin saat liburan seperti sekarang karena adanya Ujian Nasional merupakan saat yang paling mengasyikkan buat mereka.

Waktu senggang bisa di pergunakan untuk main game atau membaca komik favorit. Atau bahkan membaca ulang, mereview edisi edisi sebelumnya dan hunting ke Gramedia menambah koleksi edisi yang terlewat.

Begitu juga yang terjadi pada keluarga kami. Hari Minggu kemarin saat saya mudik ke Pekalongan menengok orang tua. Istri membawa anak anak kami ke Gramedia dan membeli tiga edisi Naruto yang sempet terlewatkan, yaitu; edisi 11, 12 dan 19.

Ya, istri saya membeli Naruto bukan hanya untuk anak anak kami. Tetapi juga untuk dia sendiri dan saya. Bahkan kami kadang berebut dulu duluan membaca. Edisi 19 sangatlah menarik.

Menceritakan pertarungan Orochimaru (Ninja pelarian desa Konohagakure ) dibantu Kabuto melawan Tsunade ( Hokage Kelima desa Konohagakure ), Jiraiya, Shizune dan Naruto.

Pihak Konohagakure hampir hampir kalah. Untung saja Naruto yang semula dianggap anak bawang mampu menyelesaikan latihan ilmu Rasengan nya sehingga menumbangkan Kabuto.

Saya menyukai Naruto karena filosofi nya sangat relevan dengan dunia entrepreneurship.

Tokoh Naruto sendiri adalah anak yang biasa biasa saja, tidak cerdas dan bahkan terkesan bodoh. Jauh dibandingkan teman teman sebanyanya yang sangat cerdas dan berbakat ninja seperti; Sasuke, Shikamaru, Sakura, Temari, Gara dan lainnya.

Bahkan tokoh tokoh senior desa Konohagakure pun berpikiran sama bahwa Naruto tidak memiliki masa depan sebagai ninja hebat. Hanya ada dua tokoh yang berpikiran Naruto masih punya prospek, yaitu kedua guru nya; Jiraiya dan Kakashi.

Herannya Naruto bercita cita menjadi Hokage, pemimpin tertinggi ninja di desanya. Yang lebih mengherankan lagi, Naruto menceritakan cita citanya ini ke semua penduduk desa sehingga sering menjadi bahan tertawaan.

Namun tidaklah salah kalau Masashi Kishimoto memilih profil Naruto sebagai tokoh utama dan judul komik nya.

Walaupun tidak cerdas dan kurang berbakat. Naruto memiliki sifat sifat yang sangat menunjang sukses tidaknya seseorang dalam kehidupan. Bahkan masing masing karakter yang dia miliki merupakan kunci menuju sukses luar biasa.

Karakter karakter apa saja kah yang di miliki Naruto ?

Mau belajar dari siapapun. Naruto tidak pernah segan memuji rekan ataupun lawannya dan selalu bisa belajar sesuatu dari mereka

Tidak pernah menyerah. Orang sukses bukanlah orang yang tidak pernah gagal, tetapi orang yang selalu bisa bangkit dari kegagalan dan mencoba, mencoba, mencoba. Tentu dengan belajar dari setiap kegagalan yang dialami.

Punya keyakinan penuh. Naruto punya keyakinan yang sangat mengerikan. Dia sangat yakin tidak bisa mati sebelum berhasil menjadi Hokage. Apakah anda memiliki keyakinan dahsyat seperti ini ?

Berani mengambil resiko apapun dan mempertaruhkan apapun untuk mencapai cita cita nya. Dalam setiap latihan maupun pertempuran, Naruto selalu berusaha mati matian dan kembali dari tugas dengan luka yang lebih parah dari rekan rekannya.

Larut sepenuhnya. Naruto selalu larut sepenuhnya, menjiwai setiap ilmu yang diajarkan dan menjaga sepenuh jiwa setiap penugasan dari Hokage.

Kalau Anda memiliki karakter karakter Naruto diatas. Saya yakin, apapun profesi Anda. Apapun yang sedang anda lakukan saat ini. Anda pasti menjadi orang yang sangat sukses.

Semangat Naruto !

Monday, May 12, 2008

Terlalu Cepat atau Terlalu Lama ?

Artikel ini merupakan pengalaman pribadi saya terhadap respon orang orang terdekat, saat saya ceritakan mengenai target apa saja yang mesti saya peroleh sampai dengan tahun 2012, pada saat usia memasuki 40 tahun.

Target target tersebut pernah saya tuliskan di blog berjudul Resolusi Maret 2008. Saya minta orang orang terdekat yang mengenal saya dengan baik dan tahu perjalanan hidup saya, sembilan kali pindah pindah kerja dan membuat berbagai macam usaha, untuk membaca tekad tersebut dan memberi masukan. Salah satu target utama yang saya tuliskan adalah mencapai kekayaan bersih sebesar sekian miliar pada tahun 2012.

Istri adalah orang pertama yang saya minta komentar. Setelah membaca blog tersebut kami mendiskusikannya. Respon pertama, istri saya tertawa terpingkal pingkal, merasa geli sambil meraba raba jidat saya. Apa mas sudah mulai gila ?, begitu katanya sambil tertawa.

Bagaimana bisa mencapai kekayaan sekian miliar kalau uang yang kita miliki sekarang sekian sekian dan gaji kita berdua dijadikan satupun cuman sekian. Coba dihitung ulang ! mesti kita berhemat makan sekali sehari, tetap uang sebanyak itu tidak akan tercapai. Belum lagi biaya sekolah tiga anak kita ?.

Saya masih takjub melihat caranya tertawa, tapi otak bawah sadar saya langsung membuat analisa. Ya, kalau acuannya adalah gaji dan berhemat menabung, maka seberapa keras pun kita bekerja, tidak akan pernah target itu bisa tercapai dalam lima tahun. Bahkan kalaupun kita panjangkan waktunya menjadi sepuluh tahun, target itu masih terlalu muluk untuk dikejar.

Tapi, tahukah sayang, kita akan melakukannya dengan cara lain, bukan cara orang kebanyakan, tetapi cara yang sudah terbukti berhasil di lakukan oleh orang orang sukses yang pernah ku kenal, kalau mereka bisa, saya juga pasti bisa. Bukankah sukses selalu meninggalkan jejak, tinggal kita print jejaknya dan kita modifikasi sesuai dengan kebutuhan kita.

Hal yang sama saya lakukan kepada teman yang juga mitra bisnis saya, kami sudah saling mengenal sepuluh tahunan, saya minta dia membaca artikel saya tersebut dan minta komentarnya, syukur syukur dia juga bisa menunjukan jalan bagaimana caranya.
Respon nya sangat singkat dan padat, melalui sebuah sms dia hanya menulis “.terlalu lama mas, saya tidak tahan kalau mesti menunggu lima tahun untuk memiliki kekayaan sebesar itu….”

Sungguh respon yang luar biasa, saya juga takjub akan tekad dan semangatnya yang ternyata jauh melebihi tekad saya. Sayapun yakin ucapan ini bukan hanya afirmasi saja, tetapi dia juga sudah memiliki peta jalan beserta tempat tempat pemberhentiannya dimana bisa memperoleh uang dalam jumlah besar. Semangat belajar saya jadi tambah menyala lagi…..Tuhan pasti mendengar tekad kami, dan mengabulkannya dengan segera.

Rekan rekan, dari pengalaman kecil diatas, saya menarik beberapa pelajaran yang semakin menambah warna dan pembelajaran dalam perjalanan hidup kita.

Topik yang sama kita ceritakan atau diskusikan dengan orang yang berbeda, bisa menghasilkan sesuatu yang jauh berbeda, bahkan bertolak belakang. Hal ini terkait dengan beberapa sebab;

Pertama; informasi atau pemahaman yang diperoleh atau dimiliki oleh rekan diskusi kita terhadap materi yang dibicarakan, semakin banyak informasi atau pemahaman yang dimiliki akan semakin memperkuat keyakinan kita. Begitu juga sebaliknya.

Kedua; latar belakang, pola didikan ataupun lingkungan keluarga dan lingkungan bergaul rekan diskusi kita akan sangat berpengaruh dalam cara pandang mereka terhadap suatu permasalahan. Sebagai contoh diatas; istri saya memiliki latar belakang keluarga pegawai negeri, kehidupan berjalan dengan sangat teratur, semua ter planning dengan baik, resiko di deteksi sedini mungkin dan kalau bisa dihindari.

Cara pandang yang dihasilkan adalah seperti yang saya ceritakan diatas, menjumlah keteraturan keteraturan; gaji yang didapat, proyeksi kenaikan tiap tahun, bonus dan dikali lima tahun. Hasilnya adalah sesuatu yang sudah mendekati kepastian dan jauh dari target sekian miliar. Pantas saja kalau saya dibilang sudah mulai gila..he..he

Sebaliknya dengan rekan bisnis saya, dibesarkan dalam keluarga pedagang, terbiasa mengambil resiko sejak kecil, sudah jatuh bangun puluhan tahun membangun usaha, jaringan jaringan yang bisa membuka pintu rejeki sudah tertata dalam perjalanan hidupnya. Cara pandangnya pun sangat berbeda …sky is our limit, katanya.

Pelajaran lainnya yang bisa saya tarik adalah, apapun yang menjadi tujuan kita, harus sering sering kita bicarakan dan diskusikan dengan orang terdekat kita, terutama istri. Agar ia mengerti dan mendukung dan juga menghindari kesalahpahaman, dengan dukungan istri, apapun kesulitan yang kita hadapi pasti terasa lebih ringan.

Mulai saat itu pula, saya sering sering meracuni istri saya dengan mimpi mimpi, ide ide bisnis gila dan cara cara yang kadang tidak masuk akal namun legal. Semoga istri saya segera teracuni, syukur syukur mulai tertular kegilaan saya…he.he.he

Friday, May 09, 2008

Mengajari Anak Berbisnis

Robert Kiyoshaki berbisnis sejak usia 9 tahun, saat itu dia belajar dari ayah kayanya. Demikian juga Warren Buffet, konon ia sudah membeli saham sejak usia 11 tahun, dan sekarang masih merasa menyesal karena merasa terlambat memulai.

Saya sendiri mulai berbisnis sejak kira kira usia 10 tahun, saat itu saya kelas 4 Madrasah Ibtidaiyah di desa kami. Bisnis saya ada dua; pertama, adalah jual besi loakan ke lapak besi tua dan kedua, jual Koran bekas ke toko toko di kampong pecinan di pasar Kedungwuni.

Binis besi loakan sangat mudah buat saya, karena ayah saya punya armada truk angkutan, sehingga spare parts bekasnya sering saya kumpulin dan di jual kiloan ke lapak. Bisnis koran bekas rada sulit, karena saya mesti bersaing dengan kakak kakak saya yang juga seneng ngumpulin koran bekas untuk dijual. Saat itu kami sudah langganan Kompas, Mingguan Bola dan Majalah Tempo. Kadang kadang ayah saya juga beli koran Suara Merdeka.

Disamping ber bisnis, saya juga menjalani profesi TDB sejak Madrasah, terutama di bulan puasa, karena Madrasah kami selalu libur satu bulan penuh dan order garmen lagi puncak puncaknya. Saya jadi tukang pasang kancing, lumayan dapatnya Rp. 150 – 200 per kodi (bayangin berapa kancing tuh yang harus dipasang ?, semua masih masih manual pula !)

Motivasi saya bebisnis sejak usia dini hanya dua, pertama; agar punya uang untuk sewa komik, terutama cersil Kho Ping Ho dan kedua, agar bisa nonton film silat mandarin bila suatu waktu di putar di bioskop. Saat itu ada dua bioskop di desa kami, Bioskop Cakra dan Semar (sekarang keduanya sudah gulung tikar). Tarif untuk sekali nonton masih berkisar Rp. 100 – 200, tergantung filmnya. Film India dan silat mandarin biasanya lebih murah dari film barat model serial 007.

Sekarang saya juga mengajari anak saya berbisnis, Iqbal yang berusia 9 tahun dan Hafiz adiknya yang 6 tahun. Motivasi mereka berbisnis juga sama dengan saya dahulu. Ngumpulin uang untuk beli mainan atau komik Naruto. Cuman tentu saja mereka tidak jualan besi bekas atau Koran bekas, bisa bisa bersaing dengan pemulung kalau mereka melakukan itu.

Saya mengajarinya berbisnis sesuai dengan kompetensi yang mereka miliki saat ini. Iqbal sangat berbakat menulis dan Hafiz sangat senang menggambar. Gambarnya makin hari makin bagus dan penuh warna.

Iqbal disamping berbakat menulis, juga memiliki kesadaran keuangan yang sangat tinggi. Ketika saya belikan majalah XY Kids yang memuat profil para pembalap F1, dengan serta merta ia ingin menjadi pembalap F1 karena gajinya sangat besar, mencapai miliaran seminggu dan ratusan miliar setahun. Ia sangat menggebu gebu untuk menjadi pembalap.

Bulan berikutnya saya belikan majalah yang memuat profil Bernie Ecclestone, Presiden & CEO Formula One Management yang sekaligus pemilik saham dari induk perusahaan FOM, dan begitu tahu Mr. Eclestone ini dapat uangnya jauh lebih besar dari pembalap. Segera saja ia banting setir keinginan untuk menjadi pemilik F1 saja. Karena jauh lebih kaya dengan resiko lebih sedikit.

Tidak beberapa lama kemudian saya belikan majalah yang memuat profil J.K. Rowling. Betapa kayanya dia. Setiap seri Harry Potter bisa menghasilkan ratusan juta dollar. Passive income pula. Belum lisensi dari cindera mata, film dan semua barang yang memuat Harry Potter. Makin hari selalu makin kaya. Iqbal pun langsung banting setir menjadi seorang penulis. Kebetulan dia juga berbakat menulis. Salah satu hasil karyanya bisa dilihat di tulisan Maestro Cilik Kami.

Mulai saat itu pula, dia mulai menuliskan pengalaman pengalaman dia. Baik pengalaman yang di peroleh di sekolahnya maupun pengalaman wisata bersama keluarga. Saya mengajarinya berbisnis dengan menjadi off taker / pembeli siaga untuk semua karya kedua anak kami. Baik berupa tulisan maupun gambar.

Sebelum melakukan pembelian saya selalu menawar, memberi penilaian dan memberi masukan perbaikan perbaikan apa yang masih perlu dilakukan. Kemudian kami melakukan negosiasi harga. Untuk sebuah tulisan bagus 5 – 10 halaman, saya menghargainya Rp 25 ribu – 50 ribu. Untuk sebuah gambar yang dibuat Hafiz, harganya lebih murah, antara Rp. 3,000 – 10,000. Saking semangatnya dan kalau lagi ngebet pengen beli mainan. Sehari disaat libur, Hafiz bisa membuat 5 buah gambar cantik penuh warna.

Bila ada momen momen special di sekolah maupun acara keluarga. Saya kadang meng inden hasil tulisan Iqbal. Kita membuat sebuah kontrak jual beli atas tulisan yang belum jadi. Dalam kontrak kami menyebutkan jumlah halaman, tanggal penyerahan, harga, dan kami melibatkan Hafiz yang kami posisikan sebagai agen / broker penulis-nya.

Berikut sebuah contoh kontrak inden tulisan yang pernah kami buat :

Kontrak

Pada hari ini, Sabtu : 12 April 2008. Telah melakukan kesepakatan perjanjian jual beli novel :

Topik : Perjalanan Iqbal Ke Kebun Raya Bogor
Halaman : Minimal 4 halaman
Waktu : Paling telah diserahkan hari Minggu Sore, 13 April 2008
Harga : Penulis dan Penerbit ( Mr. Iqbal ) Rp. 35,000
Perantara/Pedagang ( Mr. Hafiz ) Rp. 8,000
Pembeli : Papah

Demikian kesepakatan ini dibuat untuk dilaksanakan

Penulis & Penerbit Pedangan/Perantara Pembeli

Ttd Ttd Ttd
Iqbal Hakim Hafiz Papah

Kami melengkapi kontrak tersebut dengan tandatangan kami bertiga.

Hasil tulisan Iqbal yang berjudul Perjalanan Iqbal Ke Kebun Raya Bogor bener bener diserahkan tanggal 13 April 2008 sore. Hanya saya belum sempet menuliskannya diblog ini.

Bagaimana dengan Anda..? Bisnis model seperti apa yang akan Anda ajarkan ke anak anak Anda.

Tuesday, May 06, 2008

Wisata ke The Jungle

Artikel ini merupakan karya maestro cilik kami ketika mengunjungi salah satu obyek wisata air di wilayah Bogor, di perumahan Bogor Nirwana Resort tepatnya. Sebuah perumahan yang bagus, dengan bangunan yang besar besar, asri dan pemandangan sangat indah ke pegunungan. Dikembangkan oleh Bakrie Group.

Sayang jalan akses kearah sana sempit, angkot memenuhi jalanan menuju perumahan itu, kanan kiri pedagang kaki lima dan saya prediksikan selalu macet.

Dari Jakarta kami berkendara kurang lebih dua jam, melewati tol Jagorawi dan muter di perumahan di wilayah tajur. Kami ber enam dengan satu mobil; papa yang merangkap sebagai driver, mama, iqbal, hafiz, sekar dan suster kami, lia.

Berikut laporan kunjungan Iqbal yang dituliskan dalam satu lembar kertas,
……………………..

The Jungle ( @waterboom.com)

Hari Sabtu aku ke Jungle Bogor
Perjalanan ke sana jauh sekali hampir 2.5 jam
Matahari disana sangat terik
Aku main di 12 wahana kurang lebih 5 – 3 jam
Airnya bersih, aku pipis, e’e or bab (buang air besar)
Air jadi kotor semua deh apalagi aku muntah dikolam
Tapi jalan aksesnya kotor, jadi nggak terlalu asyik lagi deh
Dikolam arus aku melihat kolam ikan yang sangat banyak
Kurang lebih panjang kolam arus 4 – 5 – 3 – 6 km atau 230 m – 391 m
Aku naik perosotan yang tingginya 10 – 15 m, aku takut dan nyakar papah
Sampai dadanya hampir sobek
Berdarah papah marah
Aku pulang jam 3 sore aku langsung tidur dirumah
Sampai jam 5 sore, wuih lama banget
Aku disuruh ngarang cerita ini
Makan waktu +/ 15 menit sampai balapan F1 selesai
Mantap lho F1 nya.
Aku bikin pop corn, pop corn nya rasa butter
Wuih enak habis rasanya
Sehabis itu aku membuat karangan ini.

(dihalaman paling bawah Iqbal membuat ilustrasi dua mobil balap F1 yang sedang berkejaran, lengkap dengan asap dan ilustrasi anginnya)

Keep moving mas Iqbal, kita semua yakin Iqbal adalah seorang penulis hebat !





Iqbal dengan badan yang gempal berpose bersama adiknya, Hafiz. Istirahat makan siang setelah puas main air...

Tuesday, April 15, 2008

Karya Maestro Cilik Kami

Sudah sangat lama sebenarnya saya ingin menuliskan karya besar anak pertama kami; Iqbal Hakim Ardiansyah, karya inipun sudah dia tulis sejak lama.

Sebuah karangan 16 halaman mengenai pengalaman mudik lebaran ke Pekalongan tahun lalu.

Sudah menjadi rutinitas kami, setiap lebaran kami selalu ke Pekalongan bersilaturahmi dengan orang tua di Pekalongan dan saudara-saudara yang lain, kami biasanya berangkat satu hari setelah lebaran untuk menghindari kemacetan. Namun lebaran tahun lalu, kemacetan juga masih terasa walaupun satu hari setelah lebaran.

Sebagian halaman adalah ilustrasi gambar kemacetan, tempat pemberhentian, warung makan, pom bensin, masjid tempat kami beristirahat sholat yang digambar dengan sangat lucu, sayang tidak bisa saya tampilkan diblog ini.

Cover buku berwarna kuning dengan susunan sebagai berikut :
……………………………………………

Saat Berwisata Ke Pekalongan

Penulis : IQBAL

Penerbit : PT. Iqbal Story’s Pustaka

Dibawahnya ada gambar dua mobil, satu mobil yang didepan adalah sebuah sedan dengan lambang depan Mercy (…he..he..he, anak saya ternyata pecinta Mercy…! ), mobil dibelakangnya adalah sebuah jeep…tidak ada lambangnya.
………………………………………..

Iqbal Saat Berwisata Ke Pekalongan : Iqbal Story’s

Di pagi hari aku Iqbal, anak laki laki yang berumur 8.5 tahun, bangun tidur, aku mandi, makan dan packing, untuk ke pekalongan. Aku membawa banyak makanan, aku membawa chiki, 2 mizone, 2 aqua merek lain, biscuit, susu, dll.

Kurang lebih aku berangkat jam 9:08 pagi, lalu aku jalan, dijalan aku menunggu sangat lama, akhirnya aku makan di restoran KFC yang ada di POM bensin pertamina. Restoran itu begitu enak makanannya.

( dia menggambar ilustrasi orang pada makan di KFC ).

Tapi karena saking banyaknya orang yang ngantri, jadi AC-nya hampir tidak terasa dinginnya.

Disana nunggunya 30 menit !!! ngantri akhirnya aku mengorder; 2 Sunday, sembilan ayam dan 5 coca cola dan tentu saja 4-5 nasi. Coca cola nya di beri es yang banyak.

(disini ada ilustrasi orang sedang ngantri, dan kita sedang makan di meja..setiap gambar kita, dia memberi nama seperti : papa, mama, iqbal, hafiz -adiknya iqbal- dan sekar –bayi kami- ).

Karena udaranya panas banget, waktu aku mau cuci tangan aku melihat orang orang ngantri sampai keringetan. Jadi suasananya sumpek sekali, gerah dan bau karena orang orang keringetan. Aku makan disitu selama 1 jam, wah lama, tadinya aku mau sholat disana tapi karena tempat wudhu dan mushola nya ngantri, bau (kamar mandi) dan juga sumpek, aku berangkat saja dan tidak jadi sholat disitu. Jadi sholatnya di jama’ deh.

Setelah berjalan cukup lama aku menemukan masjid, aku buru buru sholat ashar di jama’ zuhur.

(disini ada ilustrasi gambar masjid, lengkap dengan tulisan Allahu Akbar, Ashadu ala Ilaha illallah di diatas menara masjid, dan gerobak-gerobak penjual bakso di halaman masjid)

Aku makan, kebetulan ada tukang bakso aku nambah 2 porsi karena enak !! + pop ice. Suasana di masjid cukup ramai, enak yang bertempat di gang kecil dipinggir jalan raya, bedugnya sangat besar tak terasa sudah maghrib aku sholat maghrib di jama’ dengan isa.

(disini ada ilustasi hafiz lagi main-main bedug dan tulisan duk..duk..duk..duk, iqbal berdiri tidak jauh dari situ sambil berseru “wow keren bentuknya” papa berdiri agak jauh sambil berseru “ lagi ngapain itu Iqbal’)

Lalu aku jalan lagi aku sampai Pekalongan kota yang ramai, penuh lampu lampu tapi agak bau, aku menginap di hotel nirwana, tiga hari aku menginap.

(disini ada ilustrasi hotel dan mobil kami parkir dihalaman hotel)

Selama 3 hari aku ke rumah nenek, rumah nenek sangat besar luas, tapi kamar mandinya berlumut sedangkan nenekku sudah tua kurus, tapi kalau diajak ngomong masih kadang2 nyambung. Soalnya pekalongan itu daerah perkampungan aku ke rumah nenek 2 kali lalu aku ke lingo asri, tempat wisata alam yang luas cukup nyaman tapi kotor. Aku main main lalu aku makan di restoran, restoran itu tidak terkenal tapi enak bebek nya.

(disini dia menggambar lagi ilustrasi restoran tempat kami makan dan menggambar kami di meja makan, semua gambar kami dinamai )

Lalu aku pulang, aku ngeliat poop gajah besar sekali dan kencingnya banyak. Lalu sampai di rumah nenek, aku ketemu saudara-saudara : Kak Audi ( 2 SMA) yang suka main game; Kak Katon ( 2 SMP ) yang suka game Hand Phone; Kak Shatila ( 2 SMP ) yang suka nonton TV, Kak Rifqi ( 5 SD ) yang selalu berkomentar. Lalu aku pulang, aku pulang ke rumahku, dalam perjalanan aku main di dalam mobil, makan biscuit di tol nya macet.

(disini ada ilustrasi kemacetan dan pintu tol dengan tulisan : jalan tol tarif 2,000 )

Tapi akhirnya aku sampai dirumah, perjalanan pulang : 11 jam, pergi : 10 jam. Wow lama juga ya, soalnya pas pulang aku makan di Alam Sari restoran. Tak ber AC, lega, asri dan nyaman. Aku makan = 3 jam. Soalnya tidur dulu baru berjalan lagi, yah cukup asyik sih tapi sangat melelahkan soalnya jauh.

(halaman terakhir dibagi dua bagian, dibagian pertama dia membuat ilustrasi kemacetan dan tulisan : Berangkat macet 10% - 11%; dibagian kedua dia membuat ilustrasi : macet 25% - 15 %).
……………………………

Saya dan istri takjub membaca karangan ini, ternyata perjalanan mudik kami masuk memori anak kami dengan sangat jelas, detail dan berurutan.

Dan yang lebih hebat, Iqbal mampu menuliskannya….dengan gaya bercerita yang ringan disertai ilustrasi yang lucu-lucu…bakat menulis dan menggambarnya sungguh hebat..!

Sebagai orang tua, kewajiban kami lah untuk selalu memelihara, memupuk dan mendayagunakan bakat hebat ini bagi perjalan hidup Iqbal selanjut-nya.

Mulai saat itu pula, setiap perjalanan wisata keluarga, kami meng encourage anak-anak kami untuk menuliskan pengalamannya, kami beri hadiah untuk setiap tulisan mereka.

Bagaimana dengan anak anak Anda….? Bisa jadi mereka juga punya bakat bakat terpendam hebat yang jauh lebih hebat dari Anda, coba Anda gali, temukan dan pupuk terus bakat itu….

Niscaya mereka akan menjadi anak-anak yang hebat penerus peradaban..!



Inilah Iqbal, dengan mobil grand livina yang kami pakai untuk mudik.

Ulang Tahun Istriku


Minggu, 13 April 2008

Wanita special yang sekarang menjadi Ibu dari anak anakku merayakan ulang tahun. Genap 35 tahun usianya, semakin matang, dan herannya makin berumur semakin cantik saja !

Aku sudah lama mempersiapkan hadiah khusus buatnya. Hadiah mestilah sesuatu yang sangat berharga sebagai tanda apresiasi dan rasa syukur atas perkawinan kami yag telah menginjak usia ke 11 dengan penuh bahagia dan seakan akan semua sempurna.

Kalau keindahan dan kedamaian suasana taman surga turun ke dunia, pastilah itu tercermin dalam rumah tangga kami. Riuh rendah anak anak kami bermain, di selingi tertawa tertawa kegirangan dan pertengkaran pertengkaran kecil yang kadang menyulut tangisan pula.

Kamipun kadang kadang bertengkar, dari masalah yang kecil, kadang kadang juga masalah besar. Namun semua hanyalah menjadi bunga kehidupan rumah tangga kami, makin dihirup makin wangi, makin di pandang makin menawan. Ah, damainya kehidupan kami..!

Hadiah pertama yang kuberikan adalah tiga buah hati kami. Si sulung, Iqbal Hakim, yang sangat cerdas dan penulis hebat. Hafiz, anak kedua kami, yang selalu riang dan penggambar ulung dan Sekar yang sangat lucu dan peniru nomor satu di usianya yang menginjak 19 bulan. Ketiganya kuberikan dengan sepenuh hati untuk dibesarkan, dirawat dan di cintai.

Hadiah kedua adalah diriku sendiri, walau mulai beranjak tua namun masih tetap semangat bergelora. Aku tentu tidak menulis banyak banyak tentang diriku, biarlah istriku yang menilainya seberapa berharga diriku baginya.

Hadiah ketiga adalah sesuatu yang pernah kuberikan tiga belas tahun lalu, masa masa awal perkenalan dan pacaran kami, sesuatu yang sangat berharga dan makin lama makin bermakna, yaitu; sebuah puisi…..! puisi yang entah aku sadur dari mana, yang jelas itulah ekspresi hasrat ku padanya.

Hari ini, di hari ulang tahun nya yang ke 35, atas se ijinnya pula aku tulis ulang puisi itu sebagai rasa syukur atas pertemuan kami.

mawarku !
mawar,
ajari aku mengolah tanah hitam dan air limbah
menjadi rona merah membara
yang membuat mentari tersenyum manis di wajahmu

mawar,
ajari aku memeras batang, duri, daun dan ranting
menjadi aroma segar meruang
yang membuat bumi berkenan istirahat di kelopakmu

mawar,
ajari aku memadukan embun, angin dan sinar pagi
menjadi pesona penuh misteri
yang membuat kupu kupu segan aura mu

mawar,
ingin kudekap erat merah nyalamu
ingin kureguk aroma madumu
ingin ku selami misteri pesonamu

mawar,
ingin kukembarakan hati
dibelantara kasihmu !