Thursday, July 30, 2009

Menumbuhkan Budaya Menulis...


Banyak orang berpendapat membaca adalah kunci membuka jendela dunia. Semua pengetahuan masa lampau, kebudayaan, teknologi dan sejarah bisa kita pelajari melalui membaca. Apalagi jaman internet seperti sekarang, hampir semua yang ingin kita ketahui telah tersedia dengan lengkap di dunia maya. Tinggal kita tanyakan saja ke mbah Google atau tante Wiki.

Namun membaca juga merupakan aktivitas satu arah. Kita hanya menjadi konsumen dari tulisan dan pemikiran orang lain, yang pasti sangat dipengaruhi karakter dan latar belakang kehidupan dan budaya penulis. Untuk itulah kita juga harus mulai menumbuhkan budaya menulis, mengungkapkan pikiran dan opini kita kepada khalayak ramai…apapun itu walau hanya ide kecil yang remeh temeh akan memicu dan meningkatkan kemampuan menulis kita…tersedianya fasilitas blog, facebook dan lainnya semkain memudahkan bagi kita untuk mengasah kemampuan menulis.

Konon setiap orang yang pandai menulis, dia pastilah seorang pembaca yang baik juga. Sementara seorang pembaca yang baik belum tentu punya kemampuan menulis…

Saya mencoba menumbuhkan budaya menulis ini pada anak saya, Iqbal Hakim, yang saat ini sudah kelas 5 SD. Hobi membacanya sudah tumbuh sejak kecil, apa saja dibacanya. Dari buku buku bacaan anak anak, majalah otomotif, trubus, majalah politik sampai majalah dan buku buku bisnis….


Dua minggu lalu Iqbal saya belikan laptop sebagai hadiah keberanian untuk disunat. Dengan laptop dan koneksi internet non stop hobi membacanya jadi makin menjadi jadi, setiap hari selalu manteng di depan laptopnya dan browsing ke Wikia atau Google mencari informasi seputar game game terbaru yang sedang dia mainkan.

Saya juga memberinya kewajiban menulis, apa saja boleh di tulis diblognya. Cerita keseharian yang dia alami atau ulasan game game yang biasa dimainkan. Seminggu harus ada minimal dua tulisan di blog kalau tidak maka tidak bisa main game online minggu berikutnya….ternyata jurus ini ampuh juga, Iqbal jadi rajin update blog nya seminggu minimal dua artikel…dan yang di tulis masih seputar game game nya…

Bagaimana dengan anak anda ? apa juga hobi menulis ….?

Tuesday, June 30, 2009

My Farewell Email...

Dear All,

As some of you already know, today is my last day with AKR Group. I am leaving this amazing group to start my ‘crazy’ entrepreneurship journey.

I’ve learned so much during my two years with AKR and two and half years with SAAC. I’ve grown both personally and professionally, and I attribute much of my growth to the team, especially Corporate Assurance team in AKR and Lampung & Agro Project team in SAAC.

I would like to apologize any mistake during my service in this group and also would like to share few life lessons I’ve learned from all of you.

1. Keep your mind open. Your brain is like parachute, only useful when its open. Learn from your mistake and others mistake. When you can learn from others mistake it will be much more cheaper. Your learning curve will be very fast.

2. Do networking. Your ability to network effectively is your key success in your career. Try to build a relationship with everyone you meet, and even more importantly maintain these relationships throughout your career. Indeed, authentic relationships are the only things that truly matter in life.

3. Dream big. Don’t afraid of dreaming, even day dreaming, its free and costless to us. Big dream can passionate whatever you do in your life. Michael Angelo said that the most dangerous thing in our life is not fail to achieve the big dream, but succeed achieving small dream and then stop.

Finally, thanks all for being my friend, partner, subordinate or superior. I appreciate having had the opportunity to work for such a fine company and great friends. I wish all of you and the company continued success.

Best regards

Ardiansyah




Monday, June 22, 2009

Steve Jobs Credo....


...an inspiring credo by steve jobs...



Saya yakin. Anda semua pernah mendengar credo hebat ini " stay hungry, stay foolish ". Sebuah sikap mental dari Steve Jobs, pendiri Apple yang sangat dikagumi dunia, yang mengajarkan kita untuk terus merasa bodoh dan mencari apa yang terbaik yang diberikan oleh Tuhan buat kita.

Dalam sebuah wejangan didepan wisudawan sebuah Universitas Bisnis terbaik di dunia. Steve Jobs menggarisbawahi tiga hal utama yang menjadi pelajaran hidup nya dalam mengarungi kehidupan dan membesarkan Apple, Next dan Pixar.

1. Menghubungkan Titik Titik

Semua yang dialami Steve Jobs dalam hidup sejak masih bayi yang tidak diinginkan orangtua kandungnya. Diadopsi oleh keluarga sederhana yang tidak tamat kuliah dan SMA. Kuliah dengan biaya seadanya sampai kemudian memutuskan diri untuk drop out dan belajar desain grafis secara gelap di Reed College. Menggelandang di jalanan dan mengandalkan pembagian ransum gratis untuk makan malam.

Semua yang dialami merupakan titik titik dalam perjalanan hidup yang dikemudian hari bisa saling terhubung. Seolah olah apa yang kita alami beberapa puluh tahun lalu dilukis oleh yang Maha Kuasa dan menjadi sebuah lukisan hidup kita.

Anda tidak akan dapat merangkai titik dengan melihat ke depan; Anda hanya bisa melakukannya dengan merenung ke belakang. Jadi, Anda harus percaya bahwa titik-titik Anda bagaimana pun akan terangkai di masa mendatang.

Anda harus percaya dengan intuisi, takdir, jalan hidup, karma Anda, atau istilah apa pun lainnya. Pendekatan ini efektif dan membuat banyak perbedaan dalam kehidupan saya.

2. Cinta dan Kehilangan

Mendirikan Apple bersama Wozniack saat umur 20 tahun. Sepuluh tahun kemudian menjelma menjadi sebuah Brand dengan nilai $ 2 Miliar dan menaungi 4000 karyawan. Merajai pasar PC dan dianggap sebagai salah satu keajaiban Sillicon Valley.

Namun pada saat puncak karir itu pula, dengan usia yang masih sangat muda, 30 tahun. Steve dipecat dari perusahaannya sendiri oleh perwakilan para pemegang saham. Sebuah kehilangan yang sangat tragis. Namun rasa cinta akan pekerjaan dan bidang yang digelutinya tidak membuatnya tumbang.

Steve mendirikan Next & Pixar yang kemudian juga melahirkan karya karya hebat seperti Toy Story. Belakangan melalui rangkaian peristiwa yang menakjubkan Apple membeli Next dan Steve Jobs kembali menakhodai Apple.

Dibawah komando Steve Jobs. Apple kembali meluncurkan masterpiece nya yang sangat digilai pecinta komputer dan gadget di dunia. Ipod, ITune dan Iphone menjadi trendsetter baru industri telekomunikasi.

Pekerjaan Anda akan menghabiskan sebagian besar hidup Anda, dan kepuasan sejati hanya dapat diraih dengan mengerjakan sesuatu yang hebat.

Dan Anda hanya bisa hebat bila mengerjakan apa yang Anda sukai. Bila Anda belum menemukannya, teruslah mencari. Jangan menyerah. Hati Anda akan mengatakan bila Anda telah menemukannya. Sebagaimana halnya dengan hubungan hebat lainnya, semakin lama-semakin mesra Anda dengannya.

Jadi, teruslah mencari sampai ketemu. Jangan berhenti

3. Kematian

Ketika Steve berumur 17, dia membaca ungkapan yang kurang lebih berbunyi: "Bila kamu menjalani hidup seolah-olah hari itu adalah hari terakhirmu, maka suatu hari kamu akan benar."

Ungkapan itu membekas dalam dirinya, dan semenjak saat itu, selama 33 tahun terakhir, dia selalu melihat ke cermin setiap pagi dan bertanya kepada diri sendiri:

"Bila ini adalah hari terakhir saya, apakah saya tetap melakukan apa yang akan saya lakukan hari ini?"

Bila jawabannya selalu "tidak" dalam beberapa hari berturut-turut, maka seseorang harus berubah. Mengingat bahwa kita akan segera mati adalah kiat penting yang saya temukan untuk membantu membuat keputusan besar.

Karena hampir segala sesuatu-semua harapan eksternal, kebanggaan, takut malu atau gagal-tidak lagi bermanfaat saat menghadapi kematian. Hanya yang hakiki yang tetap ada.

Mengingat kematian adalah cara terbaik yang saya tahu untuk menghindari jebakan berpikir bahwa Anda akan kehilangan sesuatu. Anda tidak memiliki apa-apa. Sama sekali tidak ada alasan untuk tidak mengikuti kata hati Anda.